Sejarah Bukan Matematika!

Seorang kawan memberitahu saya mengenai album terbaru Josh Groban, kemarin. Judulnya Illuminations. Karya yang apik, mengingat saya, sedari dulu sudah menyukai Josh Groban.

Illuminati. Kata ini kontan mengingatkan saya pada film Angel and Deamon, sekuel dari Da Vinci Code. And I have to say, it’s an epic movie.
Illuminati. Pencerahan. Pembenaran
Dalam sejarah, ada tingkatan sumber. Sumber terkuat adalah arsip/dokumen. Urutan terkuat kedua adalah perkamen atau benda benda bersejarah. Dan yang paling lemah adalah tutur lisan. Meski bukan matematika, sejarah adalah fakta.
Dan fakta yang terkutip dari tutur lisan sangat lemah. Lidah tidak bertulang, sodara sodara. Sejarah yang berdasar dari tutur lisan kemudian beralih fungsi menjadi sage, legenda, dongeng. Dan nasibnya tak lebih dari sekedar pengantar tidur dan momok ciptaan untuk menakuti anak kecil.
Sage, legenda bahkan dongeng sekalipun bisa saja merupakan fakta. Tapi sulit dibenarkan lantaran tak ada bukti konkrit, bukan?
Saya, menyenangi sejarah. Seperti kata orang bijak “Sejarahlah yang membangun pikiran kita”.
JAS MERAH kalo kata Soekarno mah. Jangan sampai melupakan sejarah.
Sayangnya, pendidikan sejarah yang saya dapatkan hanya berupa ulangan ulangan harian, tugas tugas textbook, dan deretan angka serta bulan dan tahun yang harus dihapal. Kapan dekrit presiden dicetuskan? Somewhere at November, 1959. Kapan pemilu pertama diselenggarakan? Kapan Mulawarman menjadi raja?
Saya, pembenci angka.
Karenanya angka balik membenci saya.
Saya tak pernah sekalipun mendapat nilai baik dalam mata pelajaran Sejarah.
Tapi heran, tetap cinta saya dibuatnya
Kemarin, saya iseng bermain kultwit di twitter. Kultwit merupakan istilah untuk Kuliah Twitter, pemprakarsanya adalah Goenawan Muhammad. Awalnya, dia sering menulis tentang suatu peristiwa dan ditandai dengan hastag. Berhubung twitter hanya menyediakan 140 karakter, maka pelaku kultwit harus berkutat untuk memapatkan jutaan kalimat dalam 140 karakter.
Saya, mencoba hastag #sejarahsampit
Dan membahas mengenai pendirian brengsel dan asal mula Sampit (tokoh agama asal Bati bati) yang konon merupakan pendiri kota Sampit..
At the end, kultwit saya merembet ke masalah kerusuhan 2001. Susah dilepaskan, kejadian itu terlanjur telah menjadi salah satu sejarah kota Sampit.

(lengkapnya kunjungi situs ini)
Dan lepas kultwit tersebut, sebuah mention masuk ke akun twitter saya. Kurang lebih bertanya apa latar pendidikan saya dalam menguraikan masalah tersebut. Saya jawab

Dan sebenarnya, saya merasa tak nyaman dengan pertanyaan semacam ini. Apa benar benar harus kuliah ya..
Oh btw, sekolah saya memang mencetak bintang porno. Kawan sekelas yang gemar berpose bugil di depan kamera.
Dan sekarang apa hubungan antara Illuminations dan postingan saya?
Well, saya hanya merasa diperlukan semacam ‘pembenaran’ atas sejarah kota saya. Baik untuk sejarah terbentuknya, juga moment moment bersejarah lainnya. Diperlukan pencerahan. Karena menurut saya pribadi, sejarah sejarah di kota ini masih digelayuti awan ragu.
Awan awan inkonkrit.
Tugas siapa?
Yang pasti bukan tugas saya 😛
Update : Another kultwit. Tentang Fenomena Walet ;

(click to enlarge, kalo tetep ga kebaca 😀 kunjungi twitter saya di sini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s