Saya Belum Siap Jadi Ayam

Di suatu sore yang cerah, abah membaca Borneo News. Semacam koran dengan basis Palangkaraya. Abah, dengan sangat khilafnya membaca berita mengenai konsumsi beras Kalteng yang dinyatakan tinggi. (baca lengkapnya di sini)

Dan lihatlah apa yang abah beli tadi pagi.

Kira kira ini kronologis kejadiannya : 

Jam delapan pagi, aku siaran. Kelar jam 12 siang. Rumah sepi, sms emak masuk, ngasih tau kalau mereka sedang ke Pelangsian. 

Aku tinggal tidur.

Bangun bangun, buka kulkas, shock. Jagung di mana mana.

Aku : “Err… Mak, ini apa?” (nunjuk nunjuk ke karung di samping kulkas, emak tengah sibuk membongkar dan menjejalkannya ke dalam kulkas)

Emak : “Jagung,” (jawabnya singkat sambil di iringi tatapan ‘menurut loh’)

Aku : “Abah.. maksudnya apa ini?” (aku buka rice cooker, isinya pipilan jagung yang lagi di kukus)

Abah : “Kita berhenti makan nasi, mulai hari ini di ganti jagung,”

Jgderrrrrr!!!!! petir menyambat, kilat bersahutan. Si kilat lagi ngobrol.

Aku : “Tapi, tapi.. nasinya” (mulai berkaca kaca)

Emak : “Makan jagung bagus loh, apalaagi abah kan ada diabet”

Aku : (dalam hati : Lu kate gue ayam??? dan sejak kapan jagung dinyatakan sebagai panganan bersahabat bagi penderita diabet? karbohidrat jagung lebih tinggi. Karbo=glukosa. glukosa=gula!)

Kuatkan hambamu ini, ya Tuhan.. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s