Silogisme

Dunia kita terbagi atas tatanan benar salah.
Atas simpulan pragmatis dengan dogma dosa-pahala
Atas destinasi surga neraka.
Dengan doktrin hitam putih.
Berkebalikan, berkesimpulan.

Nilai-nilai moral yang di junjung adalah dengan menjadi sama maka manusia akan bahagia dunia akhirat
Dengan tertata maka dunia akan damai sentosa
Dengan menata maka akan ada seorang pemimpin yang berkelayakan untuk mengatur kita semua

Lalu dibangunlah sebuah negara dengan konstitusi luar biasa
Dengan undang-undang dan pasal-pasalnya.
Menjadi putih berarti warga yang baik,
Menjadi hitam berarti sebuah penyangkalan atas konkritas suatu tatanan sempurna
Berkebalikan, berkesimpulan.

Lalu bagaimana yang dengan yang mendobrak batasan dan memilih tidak menjadi apa-apa?
Menjadi abu-abu misalnya.
Bauran warna dari solidnya hitam-putih
Atau menjadi banci misalnya
Probabilitas opsi lain atas doktrin pria-wanita

Salah?

Bagaimana bisa.
Ia bauran dari dosa dan pahala.
Jadi, yang manakah kita?

Rusnani Anwar, dalam sebuah kebimbangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s