I Need More Courage!

Hari ini, aku nyalon.

(new look, sebenarnya tampangku gitu gitu aja, ga ada new newnya)

Banyak orang yang pasti salah kaprah mengenai perempuan dan salon. Aku ga tau sih, apa yang cewek cewek lain rasakan. Bagiku, ke salon itu mirip seperti wajib militer. Sesuatu yang nggak menyenangkan tapi mau ga mau ya harus dilakukan. Aku, terlahir dengan rambut keriting.

(pas kelas 1 SMA. masih keriting)

Dan ribetnya punya rambut keriting kayak gitu, sama ribetnya kaya punya pacar abege. Tiap pagi mesti dikasi anti-frizz, mesti dirawat ekstra, de el el. Waktu itu istilah rebonding masih asing (dan mahal). Semenjak kelas 2 SMA, aku baru dikasih pencerahan sama tuhan kalo ada solusi buat meluruskan rambut ke jalan yang benar. Since then, aku rebondingan tiap empat bulan.

Nah, bagiku, ke salon adalah kebutuhan primer. Yang kalo ga dilakuin, ya rambutku bakal ribet lagi. Lagian siapa sih yang suka duduk selama lima jam lebih dan menjalani proses -diguyur-dikeringin-ditariktarik-diguyur-dikeringin-ditariktarik dan begitu seterusnya sampe mbak mbak salon bosen.

Eniwei..

Aku mencoba menyibukkan diri, akhir akhir ini. Antara lain dengan fokus pada siaran. Jam siaran nambah satu jam lagi, sekarang aku siaran empat jam sehari. Asik sih, pola ini udah kujalanin dari awal Oktober, sebenarnya. Pas liat slip gaji, aku rada kaget juga, jumlahnya nyaris setara dengan gaji sebulan pramuniaga toko.
Dan, sebenarnya, ini adalah hal yang ingin kusyukuri. Setidaknya, aku hanya meluangkan empat dari 24 jam waktuku sehari untuk bekerja. Seperti ini pekerjaan yang kuingini, aku bisa memiliki banyak waktu luang untuk diriku sendiri. Mungkin terdengar egois, tapi aku selalu menuntut banyak waktu untuk diriku sendiri.

Nah, empat harian ini aku lagi bersemangat banget ngegarap novel. Idenya tercetus pas mau tidur, ngebayangin tentang bule dan jugun ianfu. Tiba tiba aja bleber kemana mana gitu. Yang pengen baca silahkan ke sini. Kisahnya sih terus bekembang, sampai hari ini aku udah nyelesain 20an halaman A4.

Tujuannya sih ga ada, cuma pengen nulis aja 😀 dan entah kenapa, ini kali pertama aku begitu excite nulis cerita fiksi panjang kayak gini. Mungkin gara gara itu tadi kali ya, mencari kesibukan. Akhir akhir ini juga lumayan banyak yang nyaranin aku buat ngirim tulisan ke media besar. Kompas, Tempo, Suara Merdeka.

Setiap kali dikomporin kaya gitu, aku bakal menarik diri dan bergumam

“Aku masih perlu banyak keberanian..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s