Halo! Tuan Sembilan Belas

Jadi ceritanya saya sekarang sudah sembilan belas tahun. Nah, ceritanya lagi, saya semacam gagal menyusun resolusi untuk umur ini. Tuan sembilan belas seperti menjegal saya yang selama ini gemar mengumbar khayalan khayalan utopis.

Nani: “Aku ingin begini aku ingin begitu”

Tuan Sembilan Belas : “Heh! REALISTIS, TOLOL!!”

Iyah, Tuan Sembilan Belas memang kejam. Setelah ngomong gitu, dia membanting saya yang tengah terbang ke tengah tengah manusia (mengaku) sosial dan sibuk dengan komputer, kertas kertas, dan blackberry masing masing.

Tuan Sembilan Belas berkata:
“Kamu itu sudah sembilan belas tahun Nan. Kamu harus menjadi dewasa jika tak ingin mati mengawang awang. Kamu harus berhenti bermimpi terlalu jauh. Aku malu pada Nyonya Dua Puluh jika kamu masih terus kekanakkan begini”

Ia lantas memberi saya wejangan untuk segera mencari pekerjaan yang serius, berpacaran tanpa standarisasi muluk, dan sesegera mungkin, Menikah. Damn, Tuan Sembilan Belas memang kejam. Saya yang selama ini berkubang dalam lumpur mimpi, terpaksa harus handukan dan menyudahi kegiatan menyenangkan itu.

Lagipula, bukankah memang tak ada orang dewasa yang punya cukup waktu untuk bersenang senang?

So, here I am, mendengarkan Tuan Sembilan Belas bergumam pelan pelan. Sepertinya dia masih marah sama saya yang menghabiskan waktu hanya untuk menulis hal hal ga penting, seperti postingan kali ini.

Halo! Tuan Sembilan Belas!

*gelayutan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s