Repost: Lokal Karya

Jadi ceritanya, pas berbenah blog, catatan ini menghilang. Setelah mengorek ngorek luka lama, eh, folder folder lama, ketemulah tulisan mentahnya. Ijin repost ya agan agaannn :D:
LOKAL KARYA
Malam itu distorsi seakan terpepat dan berporos pada ruas barat jalan A. Yani. Puluhan anak muda berkerumun di Sanggar Budaya Kotawaringin Timur. Rabu malam tanggal 15 September menjadi malam digelarnya LokalKarya, semacam wadah ekspresi kaum muda Sampit.

Dikemas secara simple dan lintas komunitas, pengunjung tersenyum puas hingga acara selesai. tepat pukul sembilan malam, kerumunan mulai menguar, masing masing pulang. Terasa sangat singkat, LokalKarya digeber dengan menyuguhkan musik keras dari dua genre. Punk dan Rock and Roll.

Lokal Karya terasa menjadi tempat berkumpulnya kawan kawan lama. Saya rasa ini pengaruh lebaran kali ya ^^ Yang hadir, didominasi anak anak komunitas Sampit dan Palangkaraya. Sebuah petisi dengan gaung : Ini Musik Kami. Dari Kami Untuk Kami.

Ya, tidak perlu panggung raksasa dengan soundsystem megadahsyat untuk bisa bersenang senang bersama kawan. Old School Gangster, band Rock and Roll asal Palangkaraya mencuri perhatian saya malam itu. Mereka kerap saya dengar namanya, tentu dengan kiprah musik yang sama hebatnya.

Otak dibalik ide kriminal (loh) adalah sekelompok musisi Sampit-Palangkaraya yang menyebut diri mereka Freedom Organizer. Saya pribadi, bukan penggila musik musik punk. Tapi entah mengapa, sulit rasanya untuk meninggalkan venue malam itu. LokalKarya di susun secara apik dan variatif.

Dentuman yang disuguhkan malam itu kental dengan distorsi. Namun tidak ada yang mengeluh bising lebih lebih protes dengan dengungan feedback yang kerap terjadi. Sekali lagi, ini dari kami dan untuk kami.

Tidak ada review buruk dari LokalKarya 15 September lalu itu. Saya hanya menyayangkan kurangnya ekspos pra acara. Sehingga, banyak yang belum tau tentang adanya suguhan musik kreatif tersebut. Saya kurang mengerti, mungkin panitia mencoba menjaga ‘ekslusifitas’ LokalKarya. Entah.

Yang turut memanaskan panggung malam itu adalah Destroyer, Jalur Ijo, Headquarter dan Kadaluarsa. Sebagai penutup, saya harus mengacungkan jempol pada Salmon. Band asal Sampit ini tau bagaimana membuat crowd menggila. You Are Salmonest milik mereka sukses dilantunkan bersama. Puluhan rambut mohawk itu bersing a long lagu rock and roll!

Semua band yang hadir mampu membuat saya dan kawan kawan berdecak kagum. Kagum akan independensi mereka, salut dengan idealisme mereka untuk bermusik di ranah non komersil. Juga untuk film dan pameran photography yang disuguhkan. It just a nice-simple yet magnificant show. Sukses untuk gig selanjutnya!

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s