High School

Barusan iseng main ke pesbuknya salah satu penyiar di radio. Masih SMA dia, iseng juga liat liat fotonya (oke, dengan resmi ini mengubah status ‘iseng’ menjadi ‘stalking’ :D). Eniwei, aku kok tiba tiba inget masa masa sekolah yak.
Waktu itu aku punya tiga kawan, berempat bikin geng gitu, and I’m blessed karena tidak melewati masa SMA sendirian. Kami tidak popular, hanya sekelompok perempuan perempuan labil yang sedikit nerd. hihihi.
Aku ga punya banyak kenangan tuh, ga seasik orang orang bilang tentang masa SMA.
*Bagaimana bisa menyenangkan kalo kamu selamanya dikenal sebagai gadis gemuk berkacamata yang sama sekali tidak popular di masa SMA?*
Advertisements

Facing 20

Aku biasanya ga pernah begitu concern sama umur. Aku fikir selama bisa berfikiran ‘muda’, aku tidak perlu khawatir dengan angka angka penunjuk usia.

Aku kira begitu.

Sampai akhirnya kemarin, aku dan Vina memtuskan buat jalan jalan dan sekedar berbicara tentang masa depan. Dia bilang: “Gila Nan, aku sudah 20 taun. Perasaan baru kemaren deh kita makan makan pas ulang tahun 16ku.”
Aku akan menjadi dua puluh taun Januari taun depan. Seperti Vina, akupun ngerasa: “Gila ya, aku udah 20 taun aja gitu”
Udah bukan belas belasan lagi. Aku sempat diam cukup lama, mengingat ingat apa yang aku dan kawan kawan satu kelompokku telah capai di usia kami yang jelang 20 ini. Vina, sudah menamatkan D1 dan saat ini bekerja dengan mapan di perusahaan asuransi. Ratna menjadi atlit provinsi untuk tenis meja dan sebentar lagi menamatkan pendidikan guru ekonomi-nya dan Mira, yang sudah magang di rumah sakit sebagai jenjang akhir kuliahnya di akademi kebidanan.
Aku?

Aku tidak menjadi apa apa dan tidak menjadi siapa siapa. Seorang penyiar radio dengan kehidupan seadanya dan tanpa masa depan yang jelas.
Jadi izinkan aku, mengalami semacam kekhawatiran berlebih tentang menjadi duapuluh tanpa pendidikan, pekerjaan dan rencana masa depan yang layak..
*ki-ka: Ratna, Aku, Vina, Mira. *
*Yes, kami pernah mengalami kekonyolan seperti ini saat SMA dulu :)*

Akhir akhir ini lagi suka banget sama lagu Adele yang Someone Like You. Here’s the song + lyric:
Hidup sedang berjalan dengan baik baik saja belakangan ini. Beberapa kejadian tidak membuat ritme hidupku berubah terlalu banyak. As I said:
Semuanya baik baik saja ๐Ÿ™‚
Selamat hari Rabu!!

Apalah arti penyangkalan tanpa alasan?

Apakah ada rasa gentar dan sedikit takut saat saya memutuskan untuk memposting dan secara konstan menyebarkan postingan Berhenti Mengkafirkan ini?
Jawabannya: Iya.
Sebelum memposting, saya menemukan link perihal penjelasan amir jamaat ahmadiyah indonesia di twitter dan kemudian membukanya. Banyak kawan mengeluh kesulitan membuka lantaran harus memiliki akun gmail terlebih dahulu. Akhirnya saya kopi paste dan posting di blog, dengan tujuan mempermudah kawan kawan yang ingin membacanya.
Lantas ketakutan itu, untuk alasan apa?
Bukan, bukan untuk alasan saya takut dianggap menyetujui Ahmadiyah sebagai islam dan akan menjadi (lagi) bulan bulanan kaum so called ‘Islam yang benar’.
Lebih kepada alasan, saya takut tidak cukup kuat.

Tidak cukup kuat untuk bersikap konsisten mengakui hak hak ahmadiyah untuk beribadah sesuai keyakinannya. Takut tidak cukup hebat untuk berdebat mengenai substansi nilai2 kebenaran islam dan lain sebagainya.
Saya takut, kalah dengan diri saya sendiri.
Ah entahlah, tujuan saya murni untuk berbagi. Meski untuk ruang blog yang minim pembaca, setidaknya saya turut memberi ruang untuk pemaparan kepada mereka yang cenderung kesulitan untuk bersuara tanpa hadangan fatwa ๐Ÿ™‚
Eniwei, tadi malam saya putus. Sedikit sedih, tapi hidup harus berjalan terus!

Berhenti Mengkafirkan

RINGKASAN PENJELASAN AMIR JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA

DI DEPAN KOMISI VIII

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA


Assalamuโ€™alaikum warohmatullahi wabarokatuhu.

Merujuk kepada penjelasan Amir Jemaat Ahmadiyah yang disampaikan di Jakarta 16 Februari 2011 pada acara dengar pendapat umum di komisi VIII DPR-RI mengenai penjelasan tentang Jemaat Ahmadiyah, bersama ini disampaikan ringkasan penjelasan tersebut sebagai berikut:

  1. Jemaat Ahmadiyah Indoensia berada di dalam Islam, sesuai sabda pendiri Jemaat Ahmadiyah Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad โ€œRingkasan dan intisari pendirian kami adalah Laa Illaha Illallahu, Muhammadur rasulullahโ€
  2. Tidak ada agama bagi kami kecuali agama Islam, dan tidak ada kitab bagi kami kecuali Al-Quran, kitab Allah yang Maha Tahu. Tidak ada Nabi panutan bagi kami kecuali Nabi Muhammad saw, Khatammun Nabiyyin.
  3. Jemaat Ahmadiyah berpegang teguh kepada Lima Rukun Islam dan Enam Rukun Iman. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah. Kami beriman kepada Allah, malaikat-Nya, para Rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, surga, neraka dan kebangkitan sesudah mati.
  4. Pendiri Jemaat Ahmadiyah menyatakan bahwa โ€œkami tidak pernah membuat kalimat sahadat atau sholat atau ibadah haji atau masjid sekecil apa pun yang terpisah dari mengikuti rasulullah saw, tugas kami ialah untuk mengkhidmati agama Islam ini.
  5. Dasar keyakinan Jemaat Ahmadiyah tentang kedatangan Nabi Isa as dan Imam Mahdi sesudah Nabi Muhammad saw adalah sebagai bagian dalam pelaksanaan syariat Islam. Dalam hal status, pendiri jemaat Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad menyatakan โ€œdan sungguh telah aku terangkan berulang-ulang dan aku jelaskan dengan sejelas-jelasnya kepada umat manusia bahwa sesungguhnya aku adalah Al Masih, Al Maud dan Al Mahdi yang dijanjikan.
  6. Keberadaan Jemaat Ahmadiyah di Indonesia sejak tahun 1923, secara berorganisasi telah disahkan sebagai badan hukum pada tahun 1953 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA.5-23/13 tanggal 13 Maret 1953. Prinsip organisasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia berkenaan dengan keberadaannya dalam Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 meliputi antara lain :
  1. Jemaat Ahmadiyah murni sebagai organisasi keagamaan dan tidak berpolitik.
  2. Senantiasa patuh dan taat kepada pemerintah yang sah.
  3. Senantiasa menjunjung tinggi institusi negara serta seluruh lembaga negara yang mendukung institusi negara.
  1. Jemaat Ahmadiyah senantiasa membuka pintu dialog yang santun sesuai kepribadian bangsa Indonesia yang difasilitasi oleh dewan dan atau pemerintah.

Demikian semoga masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar. Bahwa selama ini beredar pendapat yang tidak bertanggung jawab yang mengatakan bahwa Kitab Suci Jemaat Ahmadiyah adalah bukan Al-Quran adalah pendapat yang keliru.

Wassalamuโ€™alaikum warohmatullahi wabarokatuhu.

Jakarta, 21 Maret 2011

Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia

Abdul Basit



ุงูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู„ุฃูุฎูู‡ู: ูŠูŽุง ูƒูŽุงููุฑู! ููŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽุงุกูŽ ุจูู‡ูŽุง ุฃุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ููŽุงูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ

ูƒูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุงูู„ูŽู‰ ุฑูŽุฌูŽุนูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู€ู‡ู.

โ€œBarangsiapa yang berkata pada saudaranya โ€˜hai kafirโ€™ kata-kata itu akan kembali pada salah satu diantara keduanya. Jika tidak (artinya yang dituduh tidak demikian) maka kata itu kembali pada yang mengucapkan (yang menuduh)โ€. (riwayat Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar)

ู‚ูู„ู’ ูƒูู„ู‘ูŒ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽุงูƒูู„ูŽุชูู‡ู ููŽุฑูŽุจู‘ููƒูู… ุงูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุจูู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽุงูŽู‡ู’ุฏูŽู‰ ุณูŽุจููŠู’ู„ุงู‹

โ€œKatakanlah (hai Muhammad) : Biarlah setiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, karena Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih lurus (jalan yang ditempuhnya).โ€ (Al-Israโ€™ : 84)

ููŽู„ุงูŽ ุชูุฒูŽูƒู‘ููˆุง ุฃู†ู’ููุณูŽูƒูู… ู‡ููˆูŽ ุฃุนู’ู„ูŽู…ู ุจูู…ูŽู† ุงุซู‘ูŽู€ู‚ูŽู‰

โ€œโ€ฆ.janganlah kamu merasa sudah bersih, Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.โ€ (An-Najm : 32)

Jika ini adalah jawaban, mengapa begitu sulit bagi kita untuk percaya dan berhenti mengkafirkan?

Featured: Majalah Sintetik #3

Yes, setelah sekian lama engga pernah nulis nulis lagi (kecuali untuk blog dan tweet2 sampah itu :D), aku kembali nulis buat salah satu zine di kota Malang.

Namanya Sintetik, bisa diunduh di sini.

Ini majalah garapan Hilmi, neng kinderwall dan eko serta banyak nama lain yang sering mondar mandir dalam subtitel penulis di majalah Sintetik. Selalu merasa salut terhadap mereka yang menyukai dunia indie-indipendent ini. Yang bener bener do something untuk ranah bawah tanah (tsaahh).

Eniwei, meski umurnya masih muda banget dan baru memiliki tiga eksemplar majalah non fisik (dibagikan via .pdf dan e-book), aku suka Sintetik! penulis penulis di dalamnya punya kemampuan menulis yang mumpuni. Apalagi untuk skala majalah gratisan ๐Ÿ˜€

Sintetik edisi tiga ini lebih berbobot dari sebelumnya, hadir dalam lebih banyak halaman (sampe 150an halaman kalo ga salah). Isinya lebih menarik dan beragam. Mulai musik musik ngindies sampe yang mainstream. Juga review film, buku.. Ah, lengkaps!

Jadi, donlot dan nikmati.

(toh engga berbayar inih)

Untuk Sintetik, aku menulis semacam review untuk band asal Jakarta,

Nervous Breakdown.

(click to enlarge and read)

Sekian untuk hari ini. Bertemu lagi lain kali, guys ๐Ÿ˜€

Tentang hedonisme dan espektasi berlebihan

Aku ini bermental manja sejati.
Aku tak ingin jadi politisi atau jadi petingi.
Jika tak ada timbunan emas di kursiku nanti.
Aku tak ingin jadi pegawai negri.
Kalau tak bisa tunggu gaji sambil ongkang ongkang kaki.
Aku ini seorang manja sejati.
Aku tak ingin jadi musisi.
Kalau kreativitas dibatasi, karyaku diimitasi, honor dikebiri, lantas dicekal kesana kemari.
Aku tak mau jadi rakyat kecil di negri ini.
Kalau arti dari rakyat kecil adalah ladang prostitusi berkedok kepentingan petinggi.
Aku tak mau dimanfaatkan sebagai objek penderita disela pidato mengiba para mereka yang ingin terlihat peduli dan selalu berada dipihak kami.
Aku sungguh memang seorang yang gemar berekspektasi .
aku tak ingin menjadi pedagang, tukang jamu ataupun menjadi kuli.
Kalau itu artinya aku akan memeras seluruh tulang dan sisa sisa kulit menjadi bagian dari tiap keping yang akan menyambung nyawa kami.

Maka sungguh benar adanya. Aku memang hedonis sejati.

Ah, FPI (Lagi)

agak jenuh sebenarnya berbicara tentang ormas ini. Selalu bertemu dengan orang orang yang memiliki asumsi dan argumen tersendiri terhadap what so called “pressure group” yang diketuai rizieq rizieq itu.

Kali ini, seakan bosan ngebully GKI Yasmin, Ahmadiyah dan kaum Syiah, mereka merambah ke dunia bawah tanah:


*Ngakak serius* *militant tawheed, jendral!*

Seriously, dude. You guys in critical needs, of laid!