Menelanjangi Keterlajangan

aku benci merasa lelah.
rasa lelah, kerap membawaku ke dalam diam.

aku benci diam.
diam membawaku ke dalam perenungan.

aku benci merenung.
merenung membuatku mengenang masa lalu.

aku benci masa lalu.
ia menghalangiku untuk maju.

see, lagi-lagi aku menulis dengan ceracau ga jelas..
ini efek bisa internetan kayaknya.
dulu, semua uneg2 tertumpah ke binder dan pojok kamar.
yang tahu cuma aku, tuhan dan cicak yang gemar melintas di dinding hitam itu.

ini sebabnya aku benci santai.
aku benci sendirian.

ketika tidak banyak yang bisa kukerjakan, ketika terjebak dalam diam dan sepi,
aku bakal meniti jejak masa lalu, merunutnya satu per satu.

Sampai akhirnya aku lelah,
Lalu memutuskan untuk tidur, melanjutkan khayal akanmu di dunia mimpi.

Advertisements

Ulang Tahun Radio!

Mau ngoceh tentang diriku sendiri ah. Sori ya kalo postingan ini berasa narsis 😀 (emang selama ini engga, gitu?)

Aku jadi penyiar dari kelas 2 SMA. Dulu ada radio ‘anak muda’ di Sampit, namanya One FM. Dari sini aku kerja sampe enam bulanan. Lalu berhenti demi fokus ke sekolah dan alasan alasan lain. Lulus SMA di taun 2009, aku niatin mau balik ke sana tapi ternyata keburu tutup radionya 😀

Akhirnya, memilih ngelamar ke Mentaya FM. Radio multisegmen. November 2009 kerja di radio sampe sekarang, setaun lebih lewat ga kerasa ^^ (dulu pas di Radar Sampit, kerjanya nyambi gitu, sambil siaran)

Aku penyiar sore dan merangkap kru event organizer. Sampe saat ini, radio announcer terasa paling pas buatku (baca: buatku yang pemalas dan ogah kerja full time). Setaun di radio, ga kerasa ihhh!!

Nah, tanggal 5-6 maret kemarin, Radio Mentaya FM ini ulang taun ke 22 ^^


*foto bareng Novi, salah satu penyiar pagi*
*yes, akupun bingung kenapa kami berpose sedekat itu*


*foto bareng seluruh penyiar dan kru radio di atas panggung*

Kami bikin film juga, nanti aku upload videonya. Kapan2 kan bisa main film hahaha.

Well, so long, Mentaya FM!



Hari Terakhir Peradaban, Jenny!

Hampir dua tahun setelah rilis debut sepele kami ‘manifesto’, dan beberapa bulan setelah rilis single ‘hujan mata pisau’, sekali lagi, 3 bangsat karib ini merilis satu single baru beraran ‘Hari Terakhir Peradaban. Prolog’. Adalah resume sederhana dan racauan kacau kami tentang tanda-tanda zaman dan peradabannya. Adalah karangan bunga duka cita kami atas zaman yang terlihat, terbaca, teraba, terdengar, dan tercium sangat indah, maju dan beradab, namun rasa-rasanya terasa busuk dan makin membusuk, mundur dan semakin mundur dan pelan-pelan kehilangan peradabannya, dan mungkin akhirnya mati.

Single ini semacam prolog kasar menuju album kedua kami. terimakasih untuk keluarga jenny, teman-teman pencerita, klub matimuda, dan siapapun anda. rilisan single ini kami bagikan secara gratis sebagai kado kecil dan rasa terimakasih kami yang sangat besar untuk semua dukungan, bantuan, dan segala sesuatu yang anda pilihkan atas kami. thankyou very much for making the choice to support us.

Jenny adalah 3 bangsat karib ini
roby setiawan: guitar
arjuna bangsawan: bass
farid stevy asta: vocal

dan 1 bangsat kecil ini
danish wisnu nugraha: drummer

***

Ini sebenarnya berawal dari sore yang biasa saja. Saat seorang kawan lama menyapa melalui chat facebook dan menawarkan lagu2 baru. Judulnya HTP (hari terakhir peradaban), yang nyanyi Jenny, band asal jogja, garage rock.

Aku, semacam suka (banget)  sama lagu ini 🙂

liriknya begini:
Hari Terakhir Peradaban. Prolog
dan inilah harinya banyak wanita
menjadi budak atas kelaminnya
memeluk agama tanpa tuhan
yang ibadahnya adalah belanja

barbarian bersorban
rantai kuasa yang tiran
maniak perang
brilian dengan citra curian
cendekia pendusta
para bangga berdosa
gila belanja
dan mungkin aku salah satunya

dan inilah harinya banyak lelaki
menjadi sundal atas ambisi
memeluk agama tanpa tuhan
yang ibadahnya adalah berperang

barbarian bersorban
rantai kuasa yang tiran
maniak perang
brilian dengan citra curian
cendekia pendusta
para bangga berdosa
gila belanja
dan mungkin kamu salah satunya

seperti pesta kostum yang berarakan
dalam karnaval kemunduran
seperti pesta megah yang menghajatkan
hari terakhir peradaban

budaya teraniaya
alam raya terperkosa
seni tak lagi murni
norma tak lagi suci
dipersundal ambisinya
diperbudak kelaminnya
serentak semua
serentak lupa pada Pencipta

Ini lagunya

//www.youtube.com/get_player

silahkan donlot DI SINI

Selamat Hari Musik Nasional!

Tertawa Bersama Tuhan

Menemukan lagu ini dari download acak di creativedisc.com.
lagunya Regina Spector – Laughing With
Tiba tiba suka aja, gitu 🙂
Tidak ada yang menertawakan tuhan saat kesedihan tiba.

Padahal Tuhan bisa begitu menyenangkan dan lucu.

Here’s the lyric:

No one laughs at God in a hospital
No one laughs at God in a war
No one’s laughing at God
When they’re starving or freezing or so very poor

No one laughs at God
When the doctor calls after some routine tests
No one’s laughing at God
When it’s gotten real late
And their kid’s not back from the party yet

No one laughs at God
When their airplane start to uncontrollably shake
No one’s laughing at God
When they see the one they love, hand in hand with someone else
And they hope that they’re mistaken

No one laughs at God
When the cops knock on their door
And they say we got some bad news, sir
No one’s laughing at God
When there’s a famine or fire or flood

But God can be funny
At a cocktail party when listening to a good God-themed joke, or
Or when the crazies say He hates us
And they get so red in the head you think they’re ‘bout to choke
God can be funny,

When told he’ll give you money if you just pray the right way
And when presented like a genie who does magic like Houdini
Or grants wishes like Jiminy Cricket and Santa Claus

God can be so hilarious

Ha ha
Ha ha

No one laughs at God in a hospital
No one laughs at God in a war
No one’s laughing at God
When they’ve lost all they’ve got
And they don’t know what for

No one laughs at God on the day they realize
That the last sight they’ll ever see is a pair of hateful eyes
No one’s laughing at God when they’re saying their goodbyes
But God can be funny
At a cocktail party when listening to a good God-themed joke, or
Or when the crazies say He hates us
And they get so red in the head you think they’re ‘bout to choke
God can be funny,

When told he’ll give you money if you just pray the right way
And when presented like a genie who does magic like Houdini
Or grants wishes like Jiminy Cricket and Santa Claus
God can be so hilarious

No one laughs at God in a hospital
No one laughs at God in a war
No one laughs at God in a hospital
No one laughs at God in a war
No one laughing at God in hospital
No one’s laughing at God in a war
No one’s laughing at God when they’re starving or freezing or so very poor

No one’s laughing at God
No one’s laughing at God
No one’s laughing at God

We’re all laughing with God