Bagaimana Caranya Pacaran di Sampit?

Pertanyaan ini melintas begitu saja saat Sabtu sore lalu aku memutuskan buat menempuh jalan HM Arsyad yang super crowdy demi beli kebab. Sepanjang jalan protokol itu, puluhan bahkan ratusan (meanly, RATUSAN) motor berjejer di trotoar dan halaman gedung gedung perkantoran yang rata rata sudah tutup. Waktu itu pukul lima sore.
Entah lantaran aku yang kurang gaul atau karena selalu menghabiskan sore untuk siaran, aku tidak begitu ngeh dengan perubahan luar biasa di ruas jalan yang terkenal sebagai area tawaf itu. Well, mencoba mengingat ingat… mungkin terakhir kali aku jalan jalan di sore Sabtu melintas HM Arsyad itu pas kelas 3 SMA. Nah, semenjak putus dua minggu lalu dari sebuah hubungan super singkat, aku mulai mikir.
“Gimana ya caranya pacaran di Sampit?”

Sampit tidak memiliki mall, pusat perbelanjaan bahkan sekedar ruang publik yang sekiranya bisa disinggahi tanpa harus menelan resiko digodain mas mas iseng. Sampit tidak memiliki toko buku, bioskop bahkan toko makanan cepat saji! Apa yang mereka (baca: pasangan yang berpacaran) lakukan saat kencan? makan di warung warung tenda pinggir jalan, keliling naik motor sampe pantat rata, lantas menepi di trotoar HM Arsyad dan duduk di atas motor sampe… bosen?
Aku tarik pertanyaan ini pada diriku sendiri. Apa yang aku lakukan saat pacaran di Sampit? Sepertinya begitulah. Makan dan jalan jalan. Demikian seterusnya sampe bosen dan aku lampiaskan dalam hubungan. “Aku bosen pacaran kaya gini, putus ya.” dan, sebagai seorang pembosan sepertiku, aku cuma mampu bertahan sebulan (serius, sebulan penuh menjalani rutinitas pacaran dengan pola makan-keliling naik motor itu membuatku setengah gila kebosanan).
Jadi, Sampit berkontribusi penuh dalam alasan ‘kenapa aku tidak pernah terlibat dalam suatu hubungan yang berumur lebih panjang dari lima bulan’ ๐Ÿ˜€
iye, kalimat di atas itu denial.

But I think it would be nice if we can sit on public place, talking about a lot of things in fence. Or just hand on hand when we walk on a park, or spending our night on movie theater..
Selamat hari Rabu, eniwei ๐Ÿ˜€

One thought on “Bagaimana Caranya Pacaran di Sampit?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s