In Memoriam, Gus Dur


Telah gugur pahlawan bangsa

Seorang pembela pluralitas dengan jargon sederhana

“Tuhan Tidak Perlu Dibela”

Seorang pemimpin yang lebih sipil dari jelata dan lebih gagah dari panglima.


Seorang pembela minor, kembali pada-Nya.

Dianggap gila untuk alasan luar biasa.

DPR korup, berperilaku labil layaknya anak remaja.

Yang labil, harus dicabut hingga ke akarnya.


Ah, jika bapak masih jadi presiden negara ini,

Saya yakin tak akan ada Crown Royal seharga 1,3 miliar terbuang untuk para mentri

Tapi apa boleh buat pak, perlu sebuah mobil mewah agar para petinggi itu “terlihat” kompeten dalam tugasnya mengatur negeri.


Jujur,

Kami takut, duhai bapak yang telah kembali padanya.

Kami takut tak lagi bisa bersuara.

Kami takut, tak lagi bisa merdeka.


menemukan tulisan ini di folder folder lawas komputer.

Rupanya aku sempat menulis ini beberapa hari setelah Gus Dur wafat.

Dalam kenangan, Gus Dur.


2 thoughts on “In Memoriam, Gus Dur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s