Kenakalan Remaja di Era Informatika

This shit really made my day 🙂

Gaaa. Saya tidak tengah mencoba untuk membuat testimoni sok bijak terkait headline koran di atas. Tidak pula menghakimi dengan menempatkan judul postingan yang dikutip dari judul lagu Efek Rumah Kaca itu. Kenapa kita begitu menggemari ke-mesum-an? Terlepas dari doktrin agama yang simply said not to.
Mesum adalah bentuk kenyamanan psikis, IMO. Saat visual, audio dan indra tubuh lainnya dimanjakan oleh sensasi yang disebut otak sebagai reaksi atas feromon, testosteron, apalah itu. Rasa nyaman ini menimbulkan adiksi, pelan pelan menjadi candu. Manusia, dengan segala upayanya untuk menampik kenyataan bahwa di balik label modernitas, sebenarnya adalah makhluk primitif yang terkadang bergerak semata melalui insting.
Seks dan segala hal mesum itu menyenangkan. Sekali lagi, saya melepaskan konteks doktrin agama di sini. Sebagai muslim saya diajari bahwa kawin tangan (istilah yang merujuk pada onani dan masturbasi) adalah haram. Diajarkan untuk berpuasa agar dapat terlepas dari pikiran pikiran mesum. Terlepas dari itu, manusia dan segala insting yang dimilikinya akan menyatakan, seks itu menyenangkan.
Ga tau sih mau bikin postingan apa hari ini 😀 iseng aja nemu headline begituan di koran hari ini. Demikian sajalah. Have a Mesum Day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s