Settle Down

Saya dipaksa kakak untuk memfoto dan mengedit foto anak beliau, beberapa hari yang lalu. Baru selesai tadi siang, foto foto ini, membuat saya sedikit banyak berfikir tentang masa depan.

Meski saya tau masih terlalu jauh untuk saya memikirkan kehidupan berumah tangga di usia yang bahkan belum kepala dua. Saya mencoba untuk membayangkan seperti apa saya sepuluh, duapuluh tahun mendatang. Alih alih mendapat gambaran samar tentang seorang suami dan satu-dua anak gembul yang lucu lucu, saya malah membayangkan diri saya tengah duduk di suatu taman di Austria, sendirian.

Dengan tas besar di samping saya.

Saya bukan bermaksud ingin menghabiskan umur dengan menjadi backpacker dan tidak membangun apa yang orang sebut sebagai tujuan hidup bagi setiap perempuan di seluruh dunia. Menikah. Saya sendiri gagal menemukan alasan kenapa menikah harus disebut sebagai tujuan akhir sementara di sisi lain pernikahan justru membawa banyak ‘masalah’ baru dan bukan sesuatu yang bisa disebut sebagai ‘akhir’.

Kembali ke kalimat awal paragraf di atas. Saya pernah memiliki bucket list dan semacam keinginan untuk bisa berkeliling dunia suatu saat nanti. Duduk di taman di sebuah bukit di Austria, minum kopi sambil memandang hujan di luar sebuah jendela restoran di Manhattan, atau sekedar bermain hujan di jalanan Tokyo.
Dan susah melihat diri saya sendiri membayangkan soal settle down, having nice marriage tanpa sebelumnya mengimajinasikan hal hal di atas 😀
Eniwei, ini keponakan saya yang baru berusia 4 bulan. Akhir akhir ini sudah tidak begitu rewel lagi, tidak seperti saat pertama ia dan kakak tinggal di rumah. Menghabiskan hari sambil mengunyel unyel gumpalan lemak seperti ini rupanya bisa sangat menyenangkan. Sebentar lagi Oktober tiba, saya dan kakak mulai merencanakan untuk membangu usaha di rumah. Outlet pengisian pulsa dan rental komputer, mungkin laundry, dalam sebulan dua bulan ke depan.
Sementara saya, akan memulai pencarian kerja dan menebar lamaran ke mana mana. Sekedar menjadi juru ketik, cukuplah. Tidak bisa bermuluk muluk jika yang kamu kantongi hanya ijazah SMA 😀 kalau ada kabar mengenai bursa kerja, mohon kasih tau saya ya!

2 thoughts on “Settle Down

  1. Hmmm, kalo ngajar kursus komputer mau kah? tapi di lamandau, kebetulan aku sendiri yang akan mengelolanya disana mulai bulan oktober ini, mungkin juga akan buka studio foto, kontak aja ke 085249424710 kalo berminat….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s