Getting Old

Mungkin menggelikan jika seseorang melihat manusia yang baru menjadi 20 bercerita panjang mengenai perasaannya sebagai orang tua. Mungkin saya akan terlihat seperti anak umur 12 tahun yang sudah menyimpulkan betapa tidak adilnya dunia lantaran ibunya tidak mengizinkan pergi ke diskotik di Sabtu malam (sigh, kids these day). Attention whore yang menyebalkan.

Tapi sejujurnya, saya merasa tua.

Dari segi fisik, saya mengalami sakit punggung ketika mencuci terlalu banyak baju. Kehabisan nafas setelah berbelas menit membereskan kamar dan tulang tulang saya berkeretak setiap waktu. Oke, kesampingkan dulu dua buntilan keras di bawah kulit di sekitar leher dan paha. Kesampingkan juga fakta bahwa saya malas berobat, atau tepatnya, enggan pergi ke dokter. Saya merasa tidak se-energetik dulu. Ditambah dengan tubuh yang kian jarang bergerak dan bertambah lebar dari waktu ke waktu..

Di satu sisi, saya merasa menua dari segi pikiran. Tua, bukan dewasa. Saya mulai memikirkan hal hal yang menurut saya dan sebagian besar manusia (berdasar transkrip bernama kesepakatan sosial) seperti: mulai memikirkan tentang menetap dan berkehidupan. Saya terus memikirkan bagaimana membangun kehidupan yang berpola. Punya rumah, menempatinya, menjalani rutin, punya anak dan sesekali bepergian.

Padahal saya selalu membenci pikiran semacam itu. Ia milik orang orang menuju tua. Sementara saya adalah anak muda yang tidak akan dikalahkan oleh keinginan untuk merasa nyaman dengan menggadaikan harapan harapan tinggi. Saya terbiasa memiliki sikap meletup letup, gerakan yang masif dan angan yang bombastis.


suatu ketika saya berhasil meyakinkan diri saya sendiri untuk menjadi anak metal lengkap dengan segala attitude dan atributnya. di lain waktu saya memiliki khayalan menjadi Hinata, tokoh dalam serial Naruto.


Saya tidak lagi bangun pagi dengan rencana rencana, tidak lagi berangkat tidur dengan khayalan menjadi penulis dan pergi ke Austria. Saya sudah tidak menyimpan resi ATM dan struk belanja, dengan santainya berhenti mengkalkulasi uang yang saya belanjakan dan akan miliki.

Saya menyadari ini tadi pagi. Saat bangun tidur dan saya cuma berpikir ‘remote tivinya mana ya..’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s