Ied Mubarak

Sedemikian terlupa sama blog inih. Bukan, bukan gara gara saya sibuk pacaran sampe lupa sama dunia maya. Beberapa hari belakangan kegiatan sedang gila gilanya dan sekarang barulah terasa santai, dan sakit pinggang 😐 eniweeii, selamat Idul Fitri yakk, maap maapin kalo saya ada bikin salah dan berulah melewati batas kewajaran manusia..
Lebaran kali ini, saya melalui rutin lebaran seperti tahun tahun sebelumnya. Ke sana ke mari, sungkem sana sungkem sini. Banyak syukur yang teruntai, syukur masih bisa ketemu puasa dan lebaran, syukur masih bisa berkumpul bersama keluarga, syukur soto mama masih seenak tahun tahun sebelumnya 🙂
penampakan dalam toko bukunya
Di sampit kini sudah ada toko buku. Saya heboh soal ini sejak semalam. Namanya Pustaka 2000, ada di dalam kompleks perbelanjaan Barata. Kota saya tidak memiliki toko buku yang memprovide kebutuhan atas buku buku populer. Hanya ada segelintir dan itupun menjual buku buku pelajaran dan beberapa komik-novel bajakan. 
*angpao lebaran abis*

Sekurang kurangnya, semalam saya menemukan Atheis, Layar Terkembang, Katak Hendak Jadi Lembu, Azab dan Sengsara serta sederet novel Indonesia klasik lainnya. Juga novel novel terjemahan dan sederet komik ori. Alhamdulillah, berkah lebaran :”) teringat beberapa tahun lewat saya mengirim surat ke Gramedia grup untuk membuka cabang mereka di Sampit lantaran geregetan lantaran kalau pengen beli buku harus ke Palangkaraya dulu.

Kembali ke perkara lebaran. Sebanyak apapun saya mengucap syukur, rasa rasanya tidak sedikitpun mampu mengimbangi apa yang sudah saya terima selama ini.
Tahun ini saya belajar tentang rasanya ditolak, rasanya dipercayai, rasa bersalah yang begitu besar hingga selama seminggu penuh saya tidak bisa menyingkirkan kata “maaf” dari dalam kepala. Saya disadarkan tentang espektasi espektasi berlebihan yang dipaksakan hanya akan berujung pada dua hal: Kalau bukan saya yang kelelahan, maka orang orang di sekitar saya yang akan kesusahan. Untuk alasan tidak ingin menyakiti siapapun lebih jauh lagi, saya memutuskan untuk mengurungkan niat berpetualang ke Bandung. Saya akan tetap di Sampit, melakukan apa yang harus saya lakukan. Untuk saat ini yaaa.. bertahan hidup 😀
Selamat Idul Fitri!

One thought on “Ied Mubarak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s