Sampit Berisik Present ; Silent Scream

“Nama acara ini tuh apa ya?”
Saya tak sengaja melontarkan pertanyaan ini kepada salah seorang pembesut kegiatan, Mas Edy, saat acara setengah berjalan. Pasalnya, saya mendapat rantaian pesan singkat yang menyebut Sampit Berisik namun kemudian menemukan backdrop panggung berbuyi Silent Scream. Beliau tertawa dan bilang kalau ini (belum) Sampit Berisik, namanya Silent Scream. Gig kecil sebelum nanti digelar Sampit Berisik yang lebih besar. Dan konon akan mengundang nama besar dalam skema blackmetal indonesia. ihiy.
Maka begitulah, sebuah gig yang diprakarsai (Mas Agus yang resmi membuka Bloodshine Merch malam itu), Mas Edi, Padung Hitam dan komunitas metalcore Sampit berlangsung sejak pukul setengah delapan malam di halaman gedung KNPI. Saya datang bersama kru dari zine Late for School yang mengemban tugas mulia : untuk membagikan sekurangnya 50 pcs zine laknat itu kepada kawan kawan luar daerah. Yang kemudian habis dalam hitungan menit. Soalnya dikit. Hahahaha.

Panggung dijejak pertama kali oleh Brutu Fuck yang membawakan dua nomor pembuka. Band asal Palangkaraya ini sukses mengencerkan dahak yang serak dari crowd yang kemudian mulai bergerumul dan membentuk shaf rapih di lini depan panggung. 
http://www.facebook.com/Ryugahi

Penampil kedua adalah Dread Out, band Sampit yang malam itu sukses menarik massa untuk terus maju dan memulai ibadah headbang. Redemption dan Redneck dari Lamb of God dibawakan dengan apik hingga tanpa terasa kaki saya mulai pegal lantaran terlalu lama berdiri.

Sempat disinggung bahwa crowd tak terlalu bersemangat malam itu. Sebab jika dikomparasi dengan Boneka Tanah #2 dan #3 yang digelar nyaris setahun lalu, massa terlihat lesu. Bisa jadi lantaran berbedanya genre yang diusung, atau semata lantaran kekurangan teknis seperti sound yang kurang menggelegar. Tapi, untuk skala gig independen yang diselenggarakan berkat dana kolektif, Silent Scream ini tergolong sukses sebab ia berhasil menunaikan fungsi utamanya: sebagai wadah berkumpul dan bersenang senang.
Okesip, lanjut. Yang digadang gadang menaiki panggung dan melancarkan nomor nomor pamungkasnya. Blackmetal dari Sampit, Padung Hitam membawakan lagu mereka sendiri Dunia Hitam, Sakaratul Maut, Kematian, Siksa Akherat dan satu lagu Dimmu Borgir, Moarning Palace.
Setelah puas dengan aura mencekam di atas panggung, kita kita penonton keceh inipun disuguhkan BLFF yang membawakan beberapa lagu Asking Alexandria. Penampilan mereka cukup untuk melemaskan segala yang tegang setelah berbaku hantam dengan empat band sebelumnya.

http://www.facebook.com/Ryugahi

Brutu Fuck kembali tampil. Kali ini dengan format orkes keliling mereka membawakan sekurangnya sepuluh lagu. Dengan durasi masing masing lagu semacam Beca Tiguling Mesin Tempur yang dipepatkan dalam satu gebukan drum. 

Penutup, Battle Death tampil dengan berbeda sebab mereka satu satunya penampil dengan suara jernih yang bernyanyi. Menjadikannya semakin menarik sebab lagu merekalah yang diperlukan untuk menuntaskan klimaks yang telah dicapai. Tsah.

Silent Scream, Sampit Berisik atau apalah namanya acara ini, saya rasa sudah lebih dari cukup untuk menegaskan perihal skema independent sampit, terutama genre metalcore.

Terimakasih atas penyelenggara yang telah menyuguhkan sebuah panggung apik untuk kami. Semoga kelak bertemu lagi gig kece semacam ini :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s