Catatan Sampit

Berjanji kepada calon warga kota Sampit @RizmaNurani untuk menulis soal Sampit. Saya kesulitan mengumpulkan tulisan2 lama lantaran tidak begitu banyak menjabarkan kota ini. Ini akan menjadi posting soal kota Sampit, semoga Risma betah membacanya ^^
Sampit merupakan ibukota kabupaten. Nama kabupatennya sendiri adalah Kotawaringin Timur yang terdiri dari 15 kecamatan. Bertetangga dengan kabupaten Seruyan (Kuala Pembuang), Katingan, dan Kotawaringin Barat (pangkalanbun) Yang saat ini sedang ramai adalah upaya pembentukan provinsi bernama Kotawaringin yang akan menggabungkan lima kabupaten2 di atas. Prosesnya sudah masuk tahap pengajuan rekomendasi ke Mahkamah Konstitusi. Jadi, Sampit adalah sebutan untuk sebuah kota kecil yang terdiri dari 2 kecamatan (Baamang dan Ketapang) dan tidak terlalu luas.
Yang luas adalah kabupaten Kotim-nya, bukan Sampit-nya. Di Sampit, lantmi dan pemerintahan ada di kota ini. Ada dua terminal, satu bandara, dua pelabuhan besar dan banyak sekali usaha retail dan franchise besar yang pernah dan buka di sini. Ada Jogja Chicken, Ayam Bakar Wong Solo, CFC, Pustaka 2000, Timezone, Matahari, Bakso Lapangan Tembak Senayan Jakarta, Inul Vizta, Coffee Toffee sampai yang terbaru adalah Hypermart.
Sungai Mentaya dan pasar modern PPM
Lokasinya yang berada di pinggir sungai Mentaya juga menguntungkan Sampit dari segi ekonomi. Ditambah dengan puluhan perusahaan besar sawit (PBS) yang beroperasi di kabupaten ini membuat Sampit dihinggapi banyak investor untuk urusan retail-franchise di atas. Dibanding Palangkaraya, kemajuan pembangunan di Sampit jauh lebih cepat karena perputaran uang yang juga lebih cepat ini.
Saya perlu ngomongin soal APBD dan pagu anggaran pemerintah daerah ga ya? yang pasti setiap tahun pendapatan asli daerah (PAD) Kotim selalu di atas 100 persen dari target awal. Tahun ini 100,4 persen. But we’ll skip that, gapenting hehehe.
Sebelum puluhan Perusahaan Besar Sawit merajai wilayah kabupaten Kotim, kota ini terkenal dengan logging di mana perusahaan besar kayu berjaya hingga awal tahun 2000an (saat itu razia ketat di mana mana, tidak sedikit yang kolaps gara2 kasus ilegal logging) kala itu ada beberapa nama perusahaan kayu raksasa di kotim antara lain NV Dajak Hovriben (belanda),  PT. Meranti Mustika (Singapura) dan lainnya
Rumah khas era belanda
Dari segi budaya, Sampit merupakan asimiliasi dari banjar dan dayak. Memiliki bahasa asli bernama bahasa dayak Sampit yang sayangnya hanya segelintir orang yang bisa berbahasa ini. Kurikulum di sekolah sekolah tidak lagi memuat bahasa dayak sebagai pelajaran muatan lokal dan ini sangat memprihatinkan.
Posisinya sebagai pusat ekonomi membuat banyak pendatang di kota Sampit. Menemui orang dayak asli di Sampit bukan perkara mudah sebab kota ini didominasi suku Jawa, Madura dan Banjar. Hal ini membuat nilai toleransi di kota Sampit cukup tinggi terutama pasca kerusuhan yang terjadi 2001 silam. Sekarang semuanya hidup berdampingan dalam koloninya masing masing dan semoga selalu damai yaa ^^
Semoga berkenan dengan tulisannya yaa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s