Keresahan Perpindahan

https://i2.wp.com/quotesfans.com/wp-content/uploads/2015/05/Quotes-On-Change-In-Love-1.jpg
“Tidak ada yang berketetapan di muka bumi kecuali ketidaktetapan itu sendiri”
Rekan sejawat saya dalam dunia tulis menulis di jejaring maya bernama blog, Bapak Ilham Satrio telah mengembangkan blognya hingga sedemikian mutakhir saya sampai malu sendiri bermain ke stereofolk.blogspot.com dan dialektikata.blogspot.com miliknya. Rasanya seperti bertandang ke rumah kawan lepas naik haji gegara menang undian alfamart hahaha. Megah, besar lagi matang. Posting kali ini akan banyak berisi keluhan. Saya menahan diri untuk tidak banyak mengeluh karenanya sepanjang tahun posting blog yang memang ditujukan untuk menelan segala keluhan ini hanya sejumlah hitungan jari. 
Saya larut dalam terlalu banyak kenangan dalam rentang tidak hanya bulan tapi bertahun tahun belakangan. Saya telah menjadi seseorang yang sedemikian sensitif terhadap kenangan hingga sejengkal bait lagu atau sepenggal kalimat random bisa memicu tangis. Saya cengeng, melankolis, pesimis dan tidak begitu pandai mengendalikan perasaan.
Kini, perputaran itu kembali menemui titiknya. Di hari hari seperti ini tiga-empat tahun lalu saya kira saya telah bereuforia dengan teriakan eureka! saya menemukan formulasi paling akhir untuk mengentaskan ketidakmoveonan dan keresahan mengenai titik nyaman, pencarian jati diri dan pelbagai masalah pelik khas remaja akhir usia belasan.
Saya lupa, hidup masih sangat panjang terbentang dan permasalahan akan menemui titik pengulangan. Oh tentu, dulu sempat terpikir bahwa selepas momentum pencerahan itu saya bakal menjadi fasih dalam menghadapi masalah serupa di masa mendatang lantaran saya sudah tau formulasinya, saya tau tahapan untuk mengentaskannya.
oh naive little me.

Nyatanya tidak. Kenaifan kenaifan tulisan bubbly optimistik ceria berbungan bunga di posting posting sebelum ini membuat saya mendengus dan merasa murka. Saya marah dengan Nani yang tak pandai menerapkan teori buatan sendiri. Pada Nani yang terus kembali ke titik resah, restless dan selalu ingin pergi tapi tak kunjung angkat kaki. Yang selalu ingin berpindah namun berdalih di balik alasan tidak mudah. Yang mengklaim berada di zona nyaman tapi selalu menginginkan perubahan.
Apa lagi yang saya cari, pertanyaan serupa tidak sekali dua kali saya dapatkan. Posisi pekerjaan yang begitu baik, finansial yang cukup, keluarga yang sehat, teman teman yang baik, dan sebagainya dan sebagainya. Saya sendiri tidak mengerti, usia 23 begitu cepat berlalu dan dalam hitungan bulan saya menginjak 24. Dan yang saya tanyakan pada diri sendiri setiap bangun pagi selalu sama.
kamu ini maunya apa nan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s