Bucket List, Revised

Saya adalah pendoa yang lantang. Saya tuliskan banyak sekali harapan di blog ini untuk alasan saya ingin didengar. Ia mungkin menjadi satu dari sekian banyak medium untuk berkomunikasi. Karenanya dari tahun ke tahun saya punya kebiasaan menuliskan resolusi dan pengharapan melalui momentum tahun baru sekaligus ulang tahun. Ada keinginan keinginan yang begitu subtil nan kerdil yang saya tuliskan untuk kemudian diharapkan dapat terwujud. Somehow.
Saya bukan pembaca gejala yang baik, ada banyak kejadian yang tidak saya duga terjadi meski saya merasa sudah sepenuh upaya membaca semesta. Untuk tidak ignoran dan menakar nakar kemungkinan dari segi logika. Toh kecolongan juga, untuk menegaskan bahwa saya selaku manusia memang selemah itu.
Salah satu yang rutin saya update adalah Bucket List. Terinspirasi dari film lawas dengan judul serupa, saya menuliskan hal hal yang ingin saya lakukan sebelum mati di bulan Mei 2011. Setelah bucket list itu ditulis, apa yang terjadi di tahun selanjutnya membuat saya terkagum kagum dengan kinerja semesta. Satu per satu terwujud hingga nyaris habis. Paska 2012, tahun keajaiban itu, saya menulis kembali sebuah bucket list.
Bucket List, Revised December 20, 2012 

  1. New York
  2. Menulis buku
  3. Keluar dari rumah dan tinggal sendiri
  4. Jatuh cinta
  5. Bikin zine
  6. Jadi anchor televisi
  7. Merasa cukup dan berdamai dengan keadaan 
Yang kemudian mengendap karena hidup sedang ramai ramainya di tahun 2013 hingga sekarang. Jika bukan lantaran kegiatan iseng tengah malam untuk stalking diri sendiri, saya mungkin bakal lupa soal ini. Dan here we are, menghadapi satu lagi keterkaguman atas kinerja semesta dengan melakukan review terhadap satu per satu harapan itu.
1. New York
New York adalah muara mimpi mimpi saya sejak usia belasan. Sejak menonton Pretty Woman, Friends, Sex and the City dan tentu saja, How I Met Your Mother. Ada keinginan besar untuk hidup di apartemen dengan segenap kegaduhannya, untuk malam malam yang dihabiskan dengan mendengarkan musik musik jazz di bar bar lusuh, untuk merayakan kebebasan rokenrol yang sesungguhnya. Mimpi itu, masih saya pendam hingga sekarang, jelang 9 tahun selepasnya.
2. Menulis buku
Januari 2014 saya menulis Perempuan Kopi. Yang meski tidak berujung di penerbit manapun, saya toh tetap menulis buku 😀 😀
3. Keluar dari rumah dan tinggal sendiri
Keinginan ini menguat sekembalinya saya dari Jakarta. Kebiasaan untuk hidup sendiri menjadi faktor mengapa rumah begitu gerah saat itu. Mei 2014 ibu saya meninggal, alasan untuk keluar dari rumah bergeser menjadi betapa sesaknya saya yang harus melihat bayangan ibu di setiap sudut rumah. Atas alasan saya yang begitu lemah untuk tetap di rumah, saya keluar rumah dan ngekos pada Februari 2015 hingga sekarang. Memenuhi ingin untuk tinggal sendiri dan sepenuhnya mandiri. Alhamdulillah, kesampaian.
4. Jatuh Cinta
Tahun 2012 adalah tahun yang kering hahaha. Saya sedemikian terasing dengan kehidupan sosial sampai sampai ide untuk jatuh cinta masuk ke dalam bucket list. Hasilnya, saya habis dihajar cinta di tahun ini :’) perjalanannya singkat meski saya mengenalnya bertahun tahun lamanya. Satu yang saya pelajari dari perjalanan ini adalah betapa saya sudah bisa move on, membuka diri dan berkompromi. Yay.
5. Bikin Zine
Late for School namanya, zine besutan Edi dan Abdi, duo zinemaker dari Sampit favorit saya. Mereka mengajak saya untuk berkolaborasi, lama kelamaan menjadi kontributor tetap lalu bersama sama menyebarka wabah LS ke gig gig kecil yang menjamur kala itu, di tahun 2013. 
6. Jadi Anchor Televisi
“Setelah ini, lalu apa?” adalah pertanyaan yang tanyakan pada diri sendiri paska pulang merantau. Di tahun itu saya sudah melakoni pekerjaan sebagai wartawan, penyiar radio, copywriter dan publicist. Ide untuk tetap berada di track pekerja kreatif membuat saya terpikir untuk menjadi anchor. Iseng sebenarnya karena saya melupakan ide ini begitu saja selepas diposting. Oh, tapi hati hatilah dengan doa, ia diam diam menyerabut di langgam semesta dan voila, saya tercatat sebagai presenter dan kreatif televisi lokal dua tahun lamanya sejak Pebruari 2013 hingga Oktober 2014.
7. Merasa Cukup dan Berdamai Dengan Keadaan
Saya adalah sepenuhnya jabaran atas definisi restless di tahun 2012. Saya ingat malam malam yang saya habiskan untuk terlalu banyak merenung atas kemungkinan kemungkinan. Siang siang yang terasa panjang lantaran berlalu dengan penuh pikiran mengawang awang soal apa yang seharusnya saya lakukan. Saya sempat pengangguran lima bulan lamanya. Masa masa sulit yang dihadapi perempuan berusia 20 tahun yang masih tinggal bersama orangtua bukanlah sesuatu yang besar sebenarnya.
Namun saya ingat betul soal ini, soal semacam sumpah kepada diri sendiri. Untuk bekerja sekeras mungkin dan menjadi kaya raya :’)))) tidak lama kemudian saya bekerja di televisi hingga sekarang di kantor perkebunan kelapa sawit. Saya masih jauh dari kaya raya, jauh dari gelimang materi yang mudah ditemui di televisi. Tapi jika Nani sekarang bertemu dengan Nani yang berusia 20 tahun, saya akan memeluknya dan berterimakasih karena telah bekerja sedemikian keras di saat itu. Karena tidak menyerah pada saya sekarang, karena ia saya bisa merasa cukup meskipun belum kaya raya. 
Perkara berdamai dengan keadaan, ada beberapa kejadian yang mengajarkan saya tentang kehilangan di bentangan tahun 2012-2015. Mulai dari kehilangan cinta pertama, meninggalnya mama, lalu puncaknya di tahun ini, saya diajarkan soal kehilangan kepercayaan terhadap orang lain. Dari kejadian kejadian itu saya harusnya paham soal bersabar, pasrah dan ikhlas. Saya diajak untuk belajar patah hati, adaptasi atas rasa sedih, kehilangan, rindu, lalu rutin paska meninggalnya mama hingga belajar untuk meresapi perasaan kecewa yang demikian subtil saya masih sulit untuk menihilkan perasaan itu di sesekali waktu.
Tapi begitulah, kehidupan masih menjanjikan perjalanan yang panjang. Tahun 2016 tinggal hitungan minggu. Di sela gegap Pilkada saya menyelipkan harapan harapan yang bermuara pada bucket list yang telah direvisi. Senang bisa mencentang enam dari tujuh harapan dalam kurun tiga tahun. Saya semakin ingin percaya dan berpasrah pada perputaran semesta. Sebab tidak ada yang lebih menyenangkan dengan duduk manis dan menikmati pertunjukan maha dahsyat penuh kejutan bernama Perjalanan Hidup.
https://sharpandkeen.files.wordpress.com/2012/06/rainy-new-york.jpg?w=212&h=320Bucket list revised, 7 Desember 2015
  1. New York
  2. Berat badan ideal
  3. Jatuh cinta karena perasaan ini menyenangkan mehehehe
  4. Perjalanan ke luar negeri
  5. Kuliah dan menjadi sarjana
  6. Melihat abah naik haji
  7. Pekerjaan yang nyaman
  8. Memenuhi impian impian tersier di masa kecil
  9. Membuat siapapun yang bersinggungan dengan saya merasa bahagia.
  10. Be a positive Nani and makes the struggling 2012 Nani proud!

AMIIIIIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s