Belum

Belum adalah nomina paling optimis sedunia.

Dan saya jatuh cinta pada belum sejak setahun lalu.

Memasuki bulan Nopember, saya mengambil ruang untuk menelaah kembali setiap jengkal kejadian setahun belakangan. Betapa saya telah berbenah untuk menjadi lebih baik, lebih hemat, lebih sabar, lebih sering yoga dan meditasi, lebih tidak berantakan lagi. My life before 2016 has been a mess, a gigantic clutter. Momentumnya adalah release, mengambil waktu lima hari di Sanur, Bali. Betapa beruntungnya saya bertemu Pito, kawan yang hingga detik ini masih ‘menemani’ saya setelah entah berapa banyak waktunya habis untuk pelan pelan mengupas saya, mengawal proses berbenah itu.

Kini tidak ada lagi emotional eating, tasteless life, pitiful lamentation atau temporal-later-to-be-regreted decision. Tapi bukan berarti setahun belakangan tidak ada ‘cobaan’, hingga akhir Agustus saya baru betul betul melepas semua di atas dan mengikhlaskan setiap hal. Saya hanya sedikit lebih baik karena mantra belum.

Setiap menemui pejal di perjalanan ini, saya bergegas merapal belum agar konsumsi Depakote dan Clobazam dapat dihindari.

“Meski harus kehilangan teman yang telah hadir selama tigabelas tahun di hidup saya, bukan berarti saya tidak akan menemukan teman yang baik. Saya hanya belum bertemu teman yang baik”

“Meski terus menerus gagal dicintai balik orang yang saya cinta, bukan berarti saya harus berhenti percaya terhadap cinta. Saya hanya belum bertemu orang yang tepat”

Nopember tahun ini, saya kembali dihadapkan pada kehilangan. Saya mungkin agak terburu buru mengklaim reward atas semua upaya perubahan setaun belakangan dalam momentum ini. Sebab seperti yang sudah sudah, hal ini terasa sedemikian benar hingga saya menolak melihat kesalahan yang saya ciptakan sendiri. Saya berhutang maaf lantaran telah menjadikan seorang asing yang mungkin peduli terhadap saya sebagai objek penghargaan dari semesta atas upaya perubahan yang belum seberapa ini.

Saya tau betul besaran perasaan saya kepadanya saat ini. Melebihi yang sudah sudah. Namun apa yang saya lakukan dalam momentum penolakan kali ini membuat saya begitu bahagia lantaran apa yang saya lakukan setahun belakangan ternyata ada hasilnya. Saya ingat bagaimana reaksi saya pada Nopember 2015, saat kata tidak meluncur dari seseorang yang saya suka. Saya memangkas habis rambut saya, menangis setiap malam hingga seminggu lamanya, dan menolak makan sedemikian rupa hingga turun 12 kilo (yang terakhir ini sebenarnya pengen banget bisa saya ulang lagi :))) patah hati yang sedemikian radikal, ugal ugalan dan self-harming karena saya tidak mencintai diri saya sendiri barang sedikitpun.

Kali ini, setetes airmatapun tidak jatuh meski saya telah berupaya sedemikian rupa untuk mengenang ngenang kata kata manis, janji janji yang baik darinya. Meski sekali lagi, saya tau betul besaran perasaan saya padanya sedemikian besar, dengan harapan yang tidak main main. Saya sejujurnya sudah menyiapkan diri soal terulangnya ledakan emosi seperti tahun tahun yang sudah sudah dan melakukan repetisi ke Bali – release – pulang dan implementasi teori lagi. Nyatanya tidak, saya mencelos saat keputusan itu dilontarkan, merasakan kembali seperti ada yang mencubit jantung saya dan segalanya tiba tiba terasa suram. Namun meski belasan lagu yang pernah ia nyanyikan saya putar ulang dalam playlist spotify yang saya buat diam diam itu, tidak satu airmatapun jatuh. Saya beranjak dari tempat tidur, mengenakan jaket dan bertemu kakak untuk kemudian bercerita tentang satu lagi lelaki yang membuat saya jatuh cinta.

Seseorang yang saya kira adalah hadiah dari upaya mati matian mencintai diri sendiri setahun belakangan. Jawaban dari harapan untuk bisa dimengerti dan dicintai sepenuh hati.

Saya hanya belum bertemu dengan sosok itu.

538718.png

Sampit, 26 Nopember 2016

Belum adalah nomina paling optimis sedunia

Karena tepat di belakangnya terdapat kata akan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s