Bulan Pertama Meal Prep dan Apa Yang Terjadi di Antaranya

Genap sebulan mencoba pola makan meal prep. Beberapa perubahan terjadi salah satunya soal tidak lagi telat makan gara gara males pesan atau beli makanan. Tapi yang paling signifikan adalah soal berapa banyak uang yang bisa dihemat selama sebulan meal prep.

Saya kebetulan track down kegiatan ini di Instagram, gambaran berapa yang dihabiskan untuk meal prep seperti ini:

Minggu 1

Rolled oats + susu kedelai 5 porsi
Sup sapi jamur kancing with steamed veggies 5 porsi
Baked chicken breast with oglio olio fettuccine 5 porsi
Total belanja 187 ribu

Minggu 2

Chicken burrito with roasted sweet potato & sautéed garlic broccoli 5 porsi
Semur daging dan fettuccine oglio olio 5 porsi
Telor dadar saos pedas dan nasi merah 5 porsi
Total belanja 71 ribu

Minggu 3

Roasted (tulang2) Salmon plus nasi 4 porsi
Empal gepuk plus kentang 4 porsi
Capsim bawang putih 4 porsi
Total belanja 85 ribu

Minggu 4

Pulled beef burrito + tamagoyaki + sayur 4 porsi
Ayam kalasan + nasi putih 4 porsi
Cajun shrimp 2 ways + baked sweet potatoes 4 porsi
Total belanja 104 ribu

Berarti total sebulan 447 ribu dengan total porsi 54 porsi. Kalau dipukul rata berarti satu kali makan biayanya Rp. 8.200! Kemarin dalam posting sebelumnya saya gambarkan kalau satu kali makan biayanya minimal 15 ribu, porsi nasi campur dengan lauk seadanya belum lagi kalau pesannya pake gojek. Saya sulit mencari pembanding untuk harga 8 ribu bisa makan apa di luar sana kecuali Indomie di warung burjo.

Sementara dengan meal prep, delapan ribu saya bisa makan Salmon, daging sapi, ayam kampung sampai telur omega. Sayurannya juga ”mewah” mulai dari brokoli, wortel Thailand, ubi Cilembu (di Sampit ubi Cilembu mahal neyk), paprika sampai kentang impor. Kenapa bisa semurah itu? Pertama saya beli bahan makanan sekaligus untuk seminggu ke depan dan betul betul diperkirakan perlunya seberapa. Paprika misalnya, sekilonya 89 ribu tapi saya cuma perlu untuk filling burrito 4 porsi jadi belinya cuma 1 buah (10 ribu), brokoli juga begitu. Untuk protein saya biasanya beli daging 1 kilo (120 ribu) lalu direbus dan dibagi untuk 10 porsi (satu porsi 100 gram), bisa untuk 2 minggu meal prep, kemarin malah beli sekilo di awal bulan baru habis sekarang. Protein kalau disimpan di freezer bisa tahan berbulan bulan.

Saya sering ditanya “Memangnya enak ya makanan yang udah berhari hari di kulkas?” saya juga sebelum mulai mikirnya begitu kok. Ternyata engga, mungkin karena disimpannya per porsi jadi ga dibuka – tutup dan antara masakan kering dan basah dipisah. Yang kurang awet sejauh pengalaman saya adalah rolled oat. Saya bikin sekaligus untuk 5 hari dengan mencampur rolled oat dan susu kedelai, hari keempat rasanya mulai asam. Tapi anggap aja yoghurt tep aja saya abisin wkwk, jadinya sekarang kalau mau sarapan oat bikinnya malam sebelumnya atau nyetok hanya 2 porsi. Sisanya aman, sayur sampai sup setelah dipanaskan rasanya sama seperti baru dimasak.

Pertanyaan lainnya apakah tidak bosan. Meskipun saya membuat 3 porsi dalam sehari, namun jika dimakan setiap hari rasanya bosan juga. Ini saya akui, minggu pertama saya sempat jenuh di hari keempat, ditambah saya yang ngotot masak makanan sehat. Perut yang sebelumnya diisi makanan enak (high carbo, high sugar, high salt) dipaksa adjust untuk makanan yang tidak hanya monoton tapi juga hambar. Mana skill masak masih terbatas banget :)) di minggu kedua saya perbaiki, mulai makan daging dan ayam yang dimasak dengan enak (pake bumbu instant Munir/Pazaar dari Malaysia yang sebungkusnya aja 25 ribu meh. Untung bisa dibagi tiga) terus dengan tidak terpatok dengan menu yang sudah disiapkan. Biasanya makan siang dan makan malam saya tukar bergantian. Dan untuk makan malam kalau lagi rajin saya modif lagi (misal sup daging saya ambil dagingnya, dibalur tepung jadi katsudon) minggu ketiga saya cuma masak untuk 4 hari dengan tujuan 3 harinya bisa makan siang/makan malam di luar. Yang ada malah ga makan gara gara males dan udah terlanjur mikir sayang duitnya hahaha. Minggu keempat saya masukkan satu menu yang familiar (lalapan ayam goreng Kalasan plus nasi putih) soalnya kangen makan nasi putih :)))

Gila ya, kebayang ga riwehnya ibumu memasak setiap hari dan memikirkan menu yang berbeda beda biar kamu ga bosen. Tapi kamunya malah bilang bosan, ga enak dan makan di luar.

Pertanyaan lainnya yang juga menarik adalah “Memang beneran bisa sehemat itu ya, Nan?” saya berhemat dengan meal prep ini tujuannya sederhana sekali : pengen bisa jalan jalan tanpa mengorbankan dana untuk 2 rumah yang masih harus saya kredit selama 9 tahun ke depan. Tidak hanya untuk membayar cicilan tapi juga bikin pagar bangun halaman belakang ini dan itu yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Lagian ngapain ya kredit rumah sampai dua biji :))) sebagai impact dari bulan pertama full meal prep, tidak ngopi di cafe dan hanya jajan satu tiket bioskop di akhir pekan saya bisa nonton Fleet Foxes di Malaysia tanggal 16 Januari ini dengan sisa gaji tanpa mengusik bonus tahunan. Kok bisa? 

Ya kalo gajinya gede mah bisa bisa aja *ditimpuk massa*

Tapi cara melihatnya bukan dari apa yang bisa dibeli/dilakukan dengan sisa uang setelah meal prep soalnya kalau duit lu meteran mah sebulan abis 4 juta buat makan ya sisanya tetap aja banyak. Saya melihatnya dari seberapa persen turun dari biaya makan normal (full makan di luar) berbanding meal prep. Seperti yang saya rincikan di posting sebelumnya, saya menghabiskan minimal 2,5 juta sebulan untuk makan. Minimal. Di hari hari yang indah seperti sehabis kenaikan gaji atau bonus tahunan pernah nembus 4 juta. Dari mana saya tau? saya cukup neat menulis flow keuangan (tapi tidak cukup rajin untuk memikirkan mana yang bisa dihemat dan tidak wkwk). Dari 2,5 juta menjadi 447 ribu adalah pencapaian tersendiri. Kalau kamu fikir 2,5 juta sebulan untuk makan terdengar berlebihan, itu hanya 83 ribu sehari. Dibagi 3 berarti 27 ribu. Itu hanya untuk makan lho, belum ngemil, ngopi dan jajan lainnya. Kalau dengan meal prep bisa menghemat 2-3 juta sebulan, there’s no other reason for me to not to bosque~

Dengan asumsi bisa menyisihkan minimal 2 juta saja sebulan, dalam setahun sudah bisa menyimpan 24 juta hanya dari mengubah pola makan. Tujuannya memang muluk, pengen hemat sekaligus kurus sekaligus sehat sekaligus ke New York hahaha. Sebulan terakhir dengan meal prep memang turun sekilo hanya dengan melakukan portioning dan mengira ngira kalori intake per meal tanpa olahraga yang berarti. Modal awal untuk yang pengen memulai meal prep mungkin selain niat adalah kotak bekal yang durable untuk microwave dan bumbu kering (bawang putih, bawang bombai, cajun spice, italian herb, black pepper, paprika bubuk, bubuk kari dst sebab walaupun ga bisa masak, kalau semuanya dicampur makanan jadi terasa ‘profesional’ hahaha)

2017 telah habis, Desember kemarin memang saya jadikan bulan percobaan sebelum ‘serius’ meal prep di Januari. Karena percobaan, saya masih makan suka suka kalau keluar di akhir pekan. Rencananya 2018 selain meal prep, saya juga mau mulai menjalani frugal living. Selain hemat juga enviroment friendly soalnya. Banyak sekali yang ingin dilakukan, semoga konsisten dan menjadi kebiasaan 🙂

 

Sampit, 02 Januari 2018

Author: nanirigby

A Wanderer who constantly asking about "Why?"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s