Ruang Tunggu

Kedua lengan bertumpu pada pusara penantian

Atas nama malam dan rindu yang tertahan

Kembali kau pertanyakan perkara kesetiaan

Pada Ruang Tunggu yang talah lama kutinggalkan

 

Rindu telah menjadi dendam

Terlalu lama ia diperam

Di sela jemari yang jenuh menari sendirian

Di antara suara yang tak kunjung tersampaikan

 

Di Ruang Tunggu hanya ada ketabahan

Dan kesabaran

Kesabaran

 

Sebab,

 

Jika hanya kekal penantian yang kau berikan

Harusnya kau bunuh aku sejak permulaan

 

Sampit, 13 Februari 2012

Rindu sudah menjadi dendam, tuan.

 

Advertisements

Author: nanirigby

A Wanderer who constantly asking about "Why?"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s