Mari Sudahi

Dua orang saling menemukan, menjadi lekat dan menyembuhkan. Atas duka atas luka atas segala derita yang pernah tercipta. Keduanya merasa inilah sesempurnanya sebuah jumpa. Begitu magis dan serba tidak biasa.

Hari berganti bulan demi bulan bergulir. Keduanya masih saling mencintai walau jarak kini terukir. Meski bertemu hanya sesekali namun keduanya sama sekali tidak khawatir. Hubungan ini begitu manis dan mustahil untuk menjadi getir.

Bertemu dua minggu sekali, sebulan sekali kemudian tidak sama sekali. Keduanya yakin jarak dan kondisi tidak akan mengalahkan mereka selama masih bisa berkomunikasi. Semula menyapa satu jam sekali, menjadi sehari sekali, lalu berhari hari.

“Keadaan masih bisa membaik, berikan ia satu hari lagi untuk mengerti hal ini”

Adalah rapal kesekian ratus yang kuucap pada malam sebelum tidur setelah berbagi 2-3 pesan singkat seharian. Untuk kemudian menangisi bantal sebab perasaan kesepian begitu menggema ketika seseorang telah menawarkan kebersamaan namun ingkar terhadap perjanjian.

Kini puncaknya, aku diminta menunggu sambil sabar dan memaklumi. Tanpa tenggat waktu kecuali kata ‘nanti’. Maka jika sesuatu yang seolah-olah seperti cinta ini hanya mencekikku dalam sunyi,

Mari sudahi.

92577b1ec408290639f91ca5660a782a.jpg

Sampit, 09 November 2019

Another heartbroken, another sleepless night.

Author: nanirigby

A Wanderer who constantly asking about "Why?"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s